VPN adalah singkatan dari virtual private network, yaitu
jaringan pribadi (bukan untuk akses umum) yang menggunakan medium nonpribadi
(misalnya internet) untuk menghubungkan antar remote-site secara aman.Disini
ada 2 kata yang dapat kita garis bawahi yaitu:virtual network dan private. Virtual
network berarti jaringan yang terjadi hanya bersifat virtual.Tidak ada koneksi
jaringan secara riil antara 2 titik yang akan berhubungan. Privateberarti
jaringan yang terbentuk bersifat private dimana tidak semua orang bisa
mengaksesnya. Data yang dikirimkan terenkripsi sehingga tetap rahasia meskipun
melalui jaringan publik.
Perlu penerapan teknologi tertentu agar
walaupun menggunakan medium yang umum, tetapi traffic (lalu lintas) antar
remote-site tidak dapat disadap dengan mudah, juga tidak memungkinkan pihak
lain untuk menyusupkan traffic yang tidak semestinya ke dalam remote-site.
Menurut IETF (Internet Engineering Task Force)VPN is an emulation of [a] private Wide Area
Network (WAN) using shared or public IP facilities, such as the Internet or
private IP backbones. VPN merupakan suatu bentuk private internet yang
melalui public network (internet), dengan menekankan pada keamanan data dan
akses global melalui internet.Hubungan ini dibangun melalui suatu tunnel
(terowongan) virtual antara 2 nodeadalah suatu jaringan privat (biasanya untuk
instansi atau kelompok tertentu) di dalam jaringan internet (publik), dimana
jaringan privat ini seolah-olah sedang mengakses jaringan lokalnya tapi
menggunakan jaringan public.
VPN adalah sebuah koneksi Virtual yang bersifat
private mengapa disebut demikian karena pada dasarnya jaringan ini tidak ada
secara fisik hanya berupa jaringan virtual dan mengapa disebut private karena
jaringan ini merupakan jaringan yang sifatnya private yang tidak semua orang
bisa mengaksesnya.VPN Menghubungkan PC dengan jaringan public atau internet
namun sifatnya private, karena bersifat private maka tidak semua orang bisa
terkoneksi ke jaringan ini dan mengaksesnya.Oleh karena itu diperlukan keamanan
data.
Dengan VPN kita seolah-olah membuat jaringan didalam
jaringan atau biasa disebut tunnel
(terowongan).Tunneling adalah suatu
cara membuat jalur privat dengan menggunakan infrastruktur pihak ketiga. VPN
menggunakan salah satu dari tiga teknologi tunneling yang ada yaitu: PPTP, L2TP
dan standar terbaru, Internet Protocol Security (biasa disingkat menjadi
IPSec). VPN merupakan perpaduan antara teknologi tunneling dan enkripsi.
Konsep kerja VPN pada dasarnya VPN membutuhkan
sebuah server yang berfungsi sebagai penghubung antar PC.Jika digambarkan
kira-kira seperti ini :
Internet <—> VPN
Server <—-> VPN Client <—-> Client
Bila digunakan untuk menghubungkan 2 komputer secara
private dengan jaringan internet maka seperti ini :
Komputer A <—>
VPN Clinet <—> Internet <—> VPN Server <—> VPN
Client <—>
Komputer B
Jadi, semua koneksi diatur oleh VPN Server sehingga
dibutuhkan kemampuan VPN Server yang memadai agar koneksinya bisa lancar.
Keamanan Dengan konsep demikian maka jaringan VPN
ini menawarkan keamanan dan untraceable, tidak dapat terdeteksi sehingga IP
kita tidak diketahui karena yang digunakan adalah IP Public milik VPN server.Dengan
ada enkripsi dan dekripsi maka data yang lewat jaringan internet ini tidak
dapat diakses oleh orang lain bahkan oleh client lain yang terhubung ke server
VPN yang sama sekalipun. Karena kunci untuk membuka enkripsinya hanya diketahui
oleh server VPN dan Client yang terhubung.
Enkripsi dan dekripsi menyebabkan data tidak dapat
dimodifikasi dan dibaca sehingga keamananya terjamin.Untuk menjebol data si
pembajak data harus melalukan proses dekripsi tentunya untuk mencari rumus yang
tepat dibutuhkan waktu yang sangat lama sehingga biasa menggunakan super
computing untuk menjebol dan tentunya tidak semua orang memiliki PC dengan
kemampuan super ini dan prosesnya rumit dan memakan waktu lama, agen-agen FBI
atau CIA biasanya punya komputer semacam ini untuk membaca data-data rahasia
yang dikirim melaui VPN.
Virtual Private Network atau PVN adalah sebuah
sistem yang memungkinkankomputerke jaringan luas secara geografis tanpaada
hambatan fisik.VPN dikategorikan sebagai bentuk jaringan dalam cakupan area
luas.VPN mendukung fungsi seperti akses remote klien, akses jaringan LAN satu
ke jaringan LAN yang lain, dan juga membuat fungsi pembatasan internet.
Alasan Perusahaan menggunakan Fungsi VPN adalah
karena kebutuhan untuk memberikan akses khusus atau membuat akses khusus untuk
karyawan yang harus mobil oleh karena PVN adalah jaringan intra global aktif
sehingga karyawan dari manapun dapat terhubung ke jaringan internet dan
intranet perusahaan.
VPN dikembangkan untuk membangun sebuah intranet
dengan jangkauan yang luas melalui jaringan internet.Intranet sudah menjadi
komponen penting dalam suatu perusahaan dewasa ini. Intranet dalam perusahaan
akan berkembang sesuai dengan perkembangan perusahaan tersebut. Dengan kata
lain, semakin besar suatu perusahaan maka intranet yang diperlukan juga semakin
besar. Permasalahan ini akan semakin kompleks apabila perusahaan tersebut
mempunyai banyak kantor cabang yang tersebar di berbagai kota dengan jarak yang
jauh. Sedangkan di lain pihak seluruh kantor tersebut memerlukan suatu metode
untuk selalu berhubungan, misalnya untuk transfer dan sinkronisasi data.
Pada mulanya, sistem intranet dikembangkan dengan
menggunakan sistem dedicated line. Sistem ini menawarkan kecepatan transfer
data yang tinggi namun membutuhkan investasi yang mahal. Sistem ini tidak
efektif untuk perusahaan kelas menengah ke bawah serta perusahaan yang tersebar
di berbagai wilayah yang saling berjauhan.
Perkembangan intranet yang cepat menawarkan solusi
untuk membangun sebuah intranet menggunakan publik network (internet). Di lain
pihak, kekuatan suatu industri juga berkembang dan menuntut terpenuhinya lima
kebutuhan dalam intranet, yaitu :
1.
Kerahasiaan,
dengan kemampuan scramble atau encript pesan sepanjang jaringan tidak aman.
2.
Kendali
akses, menentukan siapa yang diberikan akses ke suatu sistem atau jaringan,
sebagaimana informasi apa dan seberapa banyak seseorang dapat menerima.
3.
Authentication,
yaitu menguji indentitas dari dua perusahaan yang mengadakan transaksi.
4.
Integritas,
menjamin bahwa file atau pesan tidak berubah dalam perjalanan.
5.
Non-repudiation,
yaitu mencegah dua perusahaan saling menyangkal bahwa mereka telah mengirim
atau menerima file.
Kebutuhan ini sepenuhnya didukung oleh internet yang
memang dirancang sebagai jaringan terbuka di mana pengguna mendapatkan
kemudahan untuk transfer dan berbagi informasi.
Solusi untuk tantangan ini adalah teknologi VPN
(Virtual Private Network).VPN memanfaatkan jaringan internet sebagai media
intranet sehingga daerah jangkauannya menjadi luas tanpa investasi yang
besar.VPN menghadirkan teknologi yang mengamankan segala lalu lintas jaringan
virtual dalam internet sehingga memberikan rasa aman bagi semua pemakai
jaringan.
1.
Lalu
lintas data dienkripsi
2.
Autentikasi
pihak yang ingin tersambung melalui VPN
3.
Mendukung
banyak protokol
4.
Koneksinya
adalah point to point
a.
Arsitektur
Gateway-to-Gateway
Pada arsitektur ini, traffic antara
dua jaringan yang membutuhkan keamanan melalui koneksi VPN yang telah dibangun antara
dua gateway VPN. Gateway VPN mungkin adalah sebuah device yang hanya melakukan
fungsi VPN, atau bagian dari device lain dari jaringan seperti firewall atau
router.
Dari gambar di atas, terlihat bahwa arsitektur
gateway-to-gateway ini tidak menyediakan pengamanan secara penuh terhadap data
yang melewati transit.Pada kenyataannya, model arsitektur ini hanya mengamankan
data antara dua gateway, yang dinotasikan dengan garis solid.Garis putus-putus
mengindikasikan bahwa komunikasi antara client VPN dan gateway lokalnya, dan
antara gateway remote dan node tujuannya tidak diamankan.
Arsitektur gateway-to-gateway biasanya paling banyak
digunakan ketika menghubungkan dua jaringan yang aman, seperti menghubungkan
sebuah kantor cabang ke pusat melalui internet. Arsitektur model ini
menggantikan wide area network (WAN) privat yang relatif mahal.
Model gateway-to-gateway ini merupakan yang paling
mudah diimplementasikan terutama dalam hal manajemen user dan host.Arsitektur
ini biasanya transparan bagi user, yang tidak perlu melakukan otentikasi
terpisah untuk menggunakan VPN.Selain itu, sistem user dan host target tidak
harus meng-install perangkat lunak VPN client, ataupun melakukan konfigurasi
ulang untuk menggunakan VPN.
b.
Arsitektur
Host-to-Gateway
Model
arsitektur ini paling banyak digunakan untuk remote access yang aman bagi
masing-masing user remote.
Dari gambar di atas, terlihat bahwa arsitektur
host-to-gateway ini tidak menyediakan pengamanan secara penuh terhadap data
yang melewati transit.Garis putus-putus mengindikasikan bahwa komunikasi antara
gateway remote dan node tujuannya tidak diamankan. Model host-to-gateway banyak
digunakan ketika menghubungkan host pada jaringan yang tidak aman kepada
resource pada jaringan yang aman, contohnya menghubungkan pegawai yang sedang
berada di lokasi remote kepada kantor pusat melalui internet.
Model ini sering digunakan untuk menggantikan modem
dial-up.Arsitektur model ini relatif cukup kompleks untuk diimplementasikan
terutama dalam hal manajemen user dan host.Arsitektur ini biasanya tidak
transparan terhadap user karena harus membangun sebuah koneksi VPN antara
komputer lokal (host) dengan gateway VPN.Gambar diatas mengilustrasikan model
arsitektur ini melakukan otentikasi sebelum menggunakan VPN. Selain itu host
user juga harus meng-install perangkat
lunak VPN client yang telah dikonfigurasi.
Teknologi
VPN menyediakan tiga fungsi utama untuk penggunanya, yaitu :
v
Confidentiality
(Kerahasiaan)
Teknologi
VPN memiliki sistem kerja mengenkripsi semua data yang lewat melaluinya.Dengan
adanya teknologi enkripsi ini, maka kerahasiaan Anda menjadi lebih terjaga.Biarpun
ada pihak yang dapat menyadap data Anda yang lalu-lalang, namun belum tentu
mereka bisa membacanya dengan mudah karena memang sudah diacak.Dengan
menerapkan sistem enkripsi ini, tidak ada satupun orang yang dapat mengakses
dan membaca isi jaringan data Anda dengan mudah.
v
Data
Integrity (Keutuhan Data)
Ketika
melewati jaringan Internet, data Anda sebenarnya sudah berjalan sangat jauh
melintasi berbagai negara.Di tengah perjalanannya, apapun bisa terjadi terhadap
isinya.Baik itu hilang, rusak, bahkan dimanipulasi isinya oleh orang-orang
iseng.VPN memiliki teknologi yang dapat menjaga keutuhan data yang Anda kirim
agar sampai ke tujuannya tanpa cacat, hilang, rusak, ataupun dimanipulasi oleh
orang lain.
v
Origin
Authentication (Autentikasi Sumber)
Teknologi
VPN memiliki kemampuan untuk melakukan autentikasi terhadap sumber-sumber
pengirim data yang akan diterimanya. VPN akan melakukan pemeriksaan terhadap
semua data yang masuk dan mengambil informasi source datanya. Kemudian alamat source
data ini akan disetujui jika proses autentikasinya berhasil. Dengan demikian, VPN
menjamin semua data yang dikirim dan diterima oleh Anda berasal dari sumber
yang semestinya.Tidak ada data yang dipalsukan atau dikirimkan oleh pihak-pihak
lain.
·
Remote
Access VPN
Remote Access VPN disebut juga Virtual Private
Dial-up Network (VPDN).VPDN adalah jenis user-to-LAN connection.Artinya user
dapat melakukan koneksi ke private network dari manapun, apabila diperlukan.Biasanya
VPDN dimanfaatkan oleh karyawan yang bekerja di luar kantor. Mereka dapat
memanfaatkan komputer atau laptop yang sudah dilengkapi perangkat tertentu
untuk melakukan koneksi dengan jaringan LAN di kantor. Sebelum koneksi, maka
akan dilakukan proses dial-up terlebih dahulu ke network access server (NAS). Biasanya
NAS disebabkan oleh provider yang memberikan layanan VPN.Sedangkan pengguna
cukup menyediakan komputer dan aplikasi untuk men-dial NAS.Secara umum VPDN
hampir mirip dengan dial-up Internet connection. Namun, secara teknis tentu
saja VPN lebih canggih dan lebih secure dibandingkan dial-up internet.Koneksi
bisa dilakukan sewaktu-waktu.
·
Site-to-Site
VPN
Site-to-site VPN diimplementasikan dengan
memanfaatkan perangkat dedicated yang dihubungkan via Internet. Site-to-site
VPN digunakan untuk menghubungkan berbagai area yang sudah fixed atau tetap, misal
kantor cabang dengan kantorpusat. Koneksi antara lokasi-lokasi tersebut
berlangsung secara terus menerus (24 jam) sehari. Jika ditinjau dari segi
kendali atau administrative control.Secara umum site-tosite VPN dapat dibagi
menjadi:
ü
Intranet
Manakala
VPN hanya digunakan untuk menghubungkan beberapa lokasi yang masih satu
instansi atau satu perusahaan.Seperti kantor pusat dihubungkan dengan kantor
cabang. Dengan kata lain, administrative control berada sepenuhnya bawah satu
kendali.
ü
Extranet
Manakala
VPN digunakan untuk menghubungkan beberapa instansi atau perusahaan yang
berbeda namun di antara mereka memiliki hubungan "dekat". Seperti
perusahaan tekstil dengan perusahaan angkutan barang yang digunakan oleh
perusahaan tekstil tersebut.Dengan kata lain, administrative control berada di
bawah kendali beberapa instansi terkait.
Menurut
Oppenheimer (2004), topologi VPN yang paling umum untuk site-to-site VPN ada
tiga, yaitu :
·
Topologi
Hub and Spoke
Topologiini
terdiri daribeberaparemote office (spoke)yang
terhubungdengancentralsite(hub).Desaintopologiini
meminimalisasikankompleksitaskonfigurasidenganhanya menghubungkan tiap remote
office dengan central site, dan tiap remote site tersebut tidak saling
berhubungan satu sama lain secara langsung.
Topologiinicocokjikapertukarandatahanyaterjadi antara centralsitedengan tiap
remotesitedan masing- masingremote site tersebut tidaksaling
bertukardata.Topologi ini tidakcocokjika ada trafficyang tinggidiantara remote
site tersebutataujika dibutuhkan redundancy dan automatic failover.
·
Topologi
Mesh
Topologi
mesh dapat berbentuk fully meshed, yang menyediakan konektivitas diantara semua
remote office dan central site, atau partially meshed,
yangmenyediakanbeberapakonektivitasdiantarabeberapa remote office dan central
site sesuai dengan kebutuhan. Topologi mesh adalah desain yang bagus untuk
digunakan jika hanya sedikit lokasi yang saling berhubungan dengan jumlah
traffic flow yang tinggi. Karena jika jumlah lokasi yang dihubungkan banyak,
maka akan banyak konfigurasi yang dibutuhkan untuk setiap device yang digunakan.
·
Topologi
Jaringan Hierarki
Topologi
jaringan hierarki adalah topologi hybrid yang cocok digunakan untuk perusahaan
besar yang mempunyai banyak kantor pusat dan kantor cabang dengan traffic yang
besar diantara mereka, dan banyak remote office dengan interaksi yang sedikit
diantara mereka. Topologi ini terdiri dari full atau partialmeshsebagaiinti,
dengan lokasi lain dihubungkan dengan inti tersebut dengan menggunakan desain
hub-and-spoke. Topologi ini adalah topologi yang paling kompleks diantara
topologi yang lain.
VPN
menggunakan salah satu dari beberapa teknologi tunneling yang ada yaitu :
·
PPTP
(Point to Point Tunnelling Protocol)
Dikembangkan
oleh Microsoft dari PPP yang dipergunakan untuk remote access.Merupakan
protokol jaringan yang memungkinkan pengamanan transfer data dari remote client
ke server pribadi perusahaan dengan membuat VPN melalui TCP/IP. Umumnya
terdapat tiga komputer yang diperlukan untuk mrmbangun PPTP, yaiut sebagai
client, Network Access Server (NAS), dan server NTTP.
Cara
kerjanya:
-
PPTP
mengenkapsulasi frame yang bisa berisi IP, IPX atau NetBEUI dalam sebuah header
Generic Routing Encapsulation (GRE). Tetapi PPTP membungkus GRE dalam paket IP.
Jadi PPTP membutuhkan IP untuk membuat tunnel-nya, tetapi isinya bisa apa saja.
-
Data
aslinya dienkripsi dengan MPPE.
PPTP-linux adalah client
software.Sedangkan yang server adalah PoPToP untuk Linux, Solaris dan FreeBSD.
·
L2F
(Layer 2 Forwarding)
Dibuat
Cisco tahun 1996.Bisa menggunakan ATM dan Frame Relay, dan tidak membutuhkan
IP. L2F juga bisa menyediakan otentikasi untuk tunnel endpoints.
·
L2TP
(Layer 2 Tunnelling Protocol)
Tunneling
protokol yang memadukan dua buah tunnelingprotokol yaitu L2F (Layer 2
Forwarding) milik cisco dan PPTP Microsoft. Dikembangkan oleh Microsoft dan
Cisco.Bisa mengenkapsulasi data dalam IP, ATM, Frame Relay dan X.25.
Keunggulan
L2TP dibandingkan PPTP:
-
Multiple
tunnels between endpoints, sehingga bisa ada beberapa saluran yang memiliki
perbedaan Quality of Service (QoS).
-
Mendukung
kompresi
-
Bisa
melakukan tunnel authentication
-
Bisa
bekerja pada jaringan non-IP seperti ATM dan Frame Relay.
·
IPSec
Satu
kerangka kerja dari satu set protokol-protokol untuk keamanan pada jaringan
atau paket yang diproses pada lapisan dari jaringan komunikasi. Cisco
mengusulkan IPSec untuk menjadi standar.Layanan IPSec mirip dengan SSL, namun IPSec
melayani lapisan network, dan dilakukan secara transparan.Dalam tunneling mode,
IP Sec bisa dipergunakan untuk mengenkapsulasi paket.IP Sec juga bisa
dipergunakan untuk enkripsi dalam protokol tunneling lainnya.
IPSec
menggunakan 2 protokol :
-
Authentication
Header (AH): memungkinkan verifikasi identitas pengirim. AH juga memungkinkan
pemeriksaan integritas dari pesan/informasi.
-
Encapsulating
Security Payload (ESP): memungkinkan enkripsi informasisehingga tetap rahasia.
IP original dibungkus, dan outer IP headerbiasanya berisi gateway tujuan.
Tetapi ESP tidak menjamin integrity dari outer IP header, oleh karena itu
dipergunakan berbarengan dengan AH.
·
SSH
dan SSH2
Dikembangkan
untuk membuat versi yang lebih aman dari rsh, rlogin dan rcppada UNIX. SSH menggunakan
enkripsi dengan public key seperti RSA. SSHbekerja pada session layer kalau
merujuk pada OSI reference model, sehinggadisebut circuit-level VPN. SSH
membutuhkan login account.
·
CIPE
Adalah
driver kernel Linux untuk membuat secure tunnel anatara 2 IP subnet. Data
dienkripsi pada lapisan network layer (OSI) sehingga di sebut low-level
encryption.Oleh karena itu CIPE tidak memerlukan perubahan besar pada
layer-layer di atasnya (termasuk aplikasi).
·
OpenVPN
Merupakan
aplikasi open source untuk Virtual Private Networking (VPN), dimana aplikasi
tersebut dapat membuat koneksi point-to-point tunnel yang telah
terenkripsi.OpenVPN menggunakan private keys, certificate, atau
username/password untuk melakukan authentikasi dalam membangun koneksi.Dimana
teknologi yang digunakan untuk enkripsi dalam jaringan OpenVPN ini menggunakan
teknologi SSL dan untuk komunikasinya OpenVPN bergerak di Layer 2 dan 3 OSI
Layer. Karena OpenVPN berbasis protocol SSL maka OpenVPN ini dapat digunakan di
berbagai sistem operasi tanpa perbedaan yang signifikan. Keuntungan lain dari
OpenVPN antara lain :
-
Tunnel
yang dibangun antar network didapatkan melalui satu port TCP atau UDP
-
Menggunakan
semua fitur OpenSSL untuk otentikasi, sertifikasi, dan enkripsi untuk menjaga
keutuhan dan keamanan data yang dilewatkan jaringan public
-
Konfigurasi
yang relatif mudah karena konfigurasinya yang GUI
-
Terdapat
pilihan antara static-key atau certificate based
-
Tunnel
yang dibangun oleh client VPN didapatkan secara dynamic
Dibawah
ini adalah gambaran tentang koneksi VPN yang menggunakan protokol PPTP.PPTP
(Pont to Point Tunneling Protocol) adalah sebuah protokol yang mengizinkan
hubungan Point-to Point Protocol (PPP) melewati jaringan IP, dengan membuat
Virtual Private Network (VPN).
Dari
gambar diatas secara sederhana cara kerja VPN (dengan protokol PPTP) adalah
sebagai berikut:
ü
VPN
membutuhkan sebuah server yang berfungsi sebagai penghubung antar PC, Server
VPN ini bisa berupa komputer dengan aplikasi VPN Server atau sebuah Router, misalnya
MikroTik RB 750.
ü
Untuk
memulai sebuah koneksi, komputer dengan aplikasi VPN Client mengontak Server
VPN, VPN Server kemudian memverifikasi username dan password dan apabila
berhasil maka VPN Server memberikan IP Address baru pada komputer client dan
selanjutnya sebuah koneksi / tunnel akan terbentuk.
ü
Untuk
selanjutnya komputer client bisa digunakan untuk mengakses berbagai resource
(komputer atu LAN) yang berada dibelakang VPN Server misalnya melakukan
transfer data, ngeprint dokument, browsing dengan gateway yang diberikan dari
VPN Server, melakukan remote desktop dan lain sebagainya.
Contoh :
Misalkan PT. TIKI JNE mempunyai kantor
di dua tempat yang berbeda, yang pertama berada di Jakarta dan yang kedua
berada di Bandung. Kedua kantor ini ingin bisa berkomunikasi agar dapat melakukan
pertukaran data dengan mudah, cepat, dan aman. Maka digunakanlah VPN sebagai
solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Kedua kantor tersebut harus
dilengkapi dengan koneksi internet terlebih dahulu. Kemudian perangkat lunak
VPN harus diinstal
dikeduakantortersebut.Langkahselanjutnya,perangkatlunakVPNharusdikonfigurasiagarkoneksidapatterjalindiantarakeduakantor
tersebut. Misalnya VPN server berada di Jakarta dan harus menerima sambungan dari
kantor yang ada di Bandung, dan kantor yang ada di Bandung harus membuat
sambungan ke kantor di Jakarta atau sebaliknya. Jika langkahdiatasberhasil
dilakukan,perusahaantelahmenjalankan Virtual Network. Kedua kantor tersebut
tersambung melalui internet dan dapat bekerjabersama sepertiberadadi jaringan real
yangsama.Sampai disini perusahaan telah mempunyai VPN tanpa privacy, karena
semua router internet diantaraJakartadan Bandung dapat membaca data yang
dipertukarkan.Perusahaan yang mempunyai kontrol terhadap router internet dapat
membaca semua data bisnis yang melewati jaringan virtual.Untuk membuat VPN
tersebut menjadi VPN y ang private, solusi yang digunakan adalah enkripsi.Lalu
lintas data VPN diantara kedua kantor tersebut dikunci dengan kunci spesial, hanya
komputer atau orang yang mempunyai kunci tersebut yang dapat membuka kunci dan
melihat data yang dikirimkan. Semua data yang dikirimkan dari Jakarta ke
Bandung atau sebaliknya harus dienkripsi sebelum dikirimkan dan dideksripsi
setelah dienkripsi.Kunci enkripsiharustersediauntuksemua pihak yang tersambungmelalui
VPN sehingga pertukaran data hanya bisa dibaca oleh pihak yang mempunyai hak.
Keuntungan
menggunakan VPN yaitu :
1.
Biaya
yang rendah.
2.
Universality,
kemampuan untuk akses dari teknologi yang berbeda.
3.
Meningkatkan
konektivitas.
4.
Pertukaran
informasi yang aman.
5.
Skalabilitas
mudah untuk ditingkatkan.
Kelebihan lainnya yang bisa diperoleh :
-
Kemampuan
membentuk jaringan LAN yang tidak di batasi tempat dan waktu, karena koneksitasnya
dilakukan via internet. Koneksi internet apapun dapat digunakan seperti
Dial-Up, ADSL, Cable Modem, WIFI, 3G, CDMA Net, GPRS. Sistem PVN ini paling
tepat digunakan untuk penggunaan suatu database terpusat untuk
mengkomunikasikan antara server dan client via internet seperti Aplikasi
Perdagangan, Purchase, P.O.S, Accounting, Cashir, Billing system, General
Ledger, DLL
-
Tidak
ada ketergantungan terhadap keharusan memiliki IP Publik yang berharga mahal.
Cukup menggunakan IP dynamic saja dengan kata lainasal PC anda bisa berinternet
.
-
Kita
bisa mem-print dari rumah kekantor
anda via internet
-
Kita
bisa melakukan transfer data atau remote view untuk mengendalikan komputer di
rumah / kantor dimana saja
-
Tidak
membutuhkan peralatan/hardware tambahan yang berfungsi sebagai IP
forwarder/Port Forwader yang menambah investasi
-
Dimanapun
berada seperti sedang berada di warnet ataupun saat traveling di luar negeri,
dapat melakukan koneksitas dengan PC dikantor misalnya dengan memanfaatkan
software yang bekerja dijaringan LAN seperti Citrix, Windows Terminal Server
2003, VNC, Radmin, VOIP, DLL
-
Dengan
menggunakan software yang bekerja dijaringan LAN, dapat melakukan pertukaran
data secara langsung, Printing , Remote View, Mengatur administrasi PC, yang
kesemua itu dapat dilakukan dimanapun berada selama bisa terhubung ke internet
-
Dapat
mengakses akses yang diblok
-
Berselancar
dengan aman ketika di akses internet publik / hotspot
-
Jika
perusahaan ingin mengoptimalkan biaya untuk membangun jaringan mereka yang
luas. Oleh karena itu, VPN dapat digunakan sebagai teknologi alternatif untuk
menghubungkan jaringan lokal yang luas dengan biaya yang relatif kecil, karena
transmisi data teknologi VPN menggunakan media jaringan public yang sudah ada.
-
jangkauan
jaringan lokal yang dimiliki suatu perusahaan akan menjadi luas, sehingga
perusahaan dapat mengembangkan bisnisnya di daerah lain. Waktu yang dibutuhkan
untuk menghubungkan jaringan lokal ke tempat lain juga semakin cepat, karena
proses instalasi infrastruktur jaringan dilakukan dari perusahaan / kantor
cabang yang baru dengan ISP terdekat di daerahnya. penggunaan VPN secara tidak
langsung akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja.
-
penggunaaan
VPN dapat mengurangi biaya operasional bila dibandingkan dengan penggunaan
leased line sebagai cara tradisional untuk mengimplementasikan WAN.
-
VPN
dapat mengurangi biaya pembuatan jaringan karena tidak membutuhkan kabel
(leased line) yang panjang. Penggunaan kabel yang panjang akan membutuhkan
biaya produksi yang sangat besar. Semakin jauh jarak yang diinginkan, semakin
meningkat pula biaya produksinya.
-
VPN
menggunakan internet sebagai media komunikasinya. Perusahaan hanya membutuhkan
biaya dalam jumlah yang relatif kecil untuk menghubungkan perusahaan tersebut
dengan pihak ISP (internet service provider) terdekat.
-
Penggunaan
VPN akan meningkatkan skalabilitas.
-
VPN
memberi kemudahan untuk diakses dari mana saja, karena VPN terhubung ke
internet. Sehingga pegawai yang mobile dapat mengakses jaringan khusus
perusahaan di manapun dia berada. Selama dia bisa mendapatkan akses ke internet
ke ISP terdekat, pegawai tersebut tetap dapat melakukan koneksi dengan jaringan
khusus perusahaan.
Setiap
ada kelebihan pasti ada kekurangannya, beberapa kekurangan dari VPN diantaranya
adalah:
·
Koneksi
internet (jaringan publik) yang tidak bisa kita prediksi. Hal ini dapat kita
maklumi karena pada dasarnya kita hanya "nebeng" koneksi pada
jaringan pihak lain sehingga otomatis kita tidak mempunyai kontrol terhadap
jaringan tersebut.
·
Perhatian
lebih terhadap keamanan. Lagi-lagi karena faktor penggunaan jaringan publik,
maka kita perlu memberikan perhatian yang lebih untuk mencegah terjadinya
hal-hal yang tidak diinginkan seperti penyadapan, hacking dan tindakan cyber
crime pada jaringan VPN.
Terlepas dari kekurangannya, ada banyak
solusi yang ditawarkan oleh PVN adalah memberikan konektivitas jarak jauh, file
sharing, konferensi video dan layanan lain yang berhubungan dengan jaringan.
Berbagai fitur yang sudah ditawarkan melalui layanan internet dapat ditawarkan
melalui Privat Virtual Network dengan efektifitas biaya.Kelebihan tersendiri
dari PVN karena dapat bekerja pada jaringan pribadi dan publik, intinya PVN
adalah jaringan privat flexibel.