This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
Jumat, 21 November 2014
ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line) (Kelompok 7)
Pengertian ADSL
ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line)
merupakan metode transmisi data digital berkecepatan tinggi melalui kabel
tembaga. ADSL mampu mengirimkan data dengan kecepatan bit yang tinggi, berkisar
antara 1.5 Mbps – 8 Mbps untuk arah downstream (sentral – pelanggan), dan
antara 16 Kbps – 640 Kbps untuk arah upstream (pelanggan – sentral)
Ciri - ciri ADSL
ADSL sendiri memiliki bermacam-macam jenis dengan
kecepatan, jenis router, USB dan perangkat lain yang ada di dalamnya. Misalnya
ada yang dapat dipakai untuk dua komputer dengan menggunakan sambungan USB,
tapi ada juga yang dapat digunakan untuk empat komputer dengan koneksi LAN
Ethernet.penting lain yang dimiliki oleh modem ADSL adalah adanya lampu
indikator yang berguna mengetahui jalannya proses koneksi yang terjadi. Umumnya
lampu yang ada pada modem ADSL adalah lampu PPP, Power, DSL. Adajuga lampu
tambahan bila kita menggunakan koneksi Ethernet dan USB.
Dari
tiga lampu indikator yang ada pada modem, yang terpenting adalah lampu PPP dan
DSL.Di mana lampu DSL menunjukkan koneksi sudah terhubung dengan baik pada
line.Sementara lampu PPP menunjukkan adanya arus data ketika seseorang
melakukan browsing. Setelah perangkat lengkap, hal yang penting dalam
penggunaan ADSL di Indonesia adalah penggunaan IP modem dan password. Hal ini
digunakan untuk melindungi penggunaan layanan bagi konsumen yang diberikan oleh
provider. IP yang kita miliki akan menjadi gerbang untuk memasuki jaringan.
Jika kita merubah password untuk login, maka kita perlu memasukkan kembali
sesuai perubahan yang dilakukan. Bila seluruh proses ini berhasil dilalui, maka
selanjutnya kita sudah dapat berkoneksi Internet dengan ADSL
Kelebihan ADSL
a.
Mempunyai 2 frekuensi
yaitu: frekuensi tinggi untuk mengantar data dan frekuensi tinggi untuk sound
atau fax.
b.
Biaya murah.
c.
Mudah dalam instalasi.
d.
Hemat investasi karena menggunakan jaringan
kabel existing untuk pengembangan jaringan baru.
e.
Menawarkan kecepatan hingga 125x lebih cepat
dibandingkan dengan 56k modem.
f.
Koneksi yang mudah sehingga tidak perlu
melakukan dial-up lagi.
g.
Kestabilan koneksi dan keamanan lebih terjamin
karen koneksi dilakukan dengan kabel sendiri yang bersifat point-to-point.
h.
ADSL memberikan kemampuan Internet dan Voice/Fax
secara simultan. Ini berarti kita dapat Surfing internet dan menggunakan
Telepon atau Fax pada saat bersamaan. Ini akan memberikan kepuasan untuk
menikmati High-Speed Internet Access tanpa kehilangan kontak telepon dengan
relasi.
i.
Trafik menerima data lebih besar daripada
pengiriman, sehingga cocok digunakan pada level pengguna akhir, seperti untuk
kebutuhan multimedia.
Kekurangan ADSL
·
Seperti sangat
berpengaruhnya jarak pada kecepatan pengiriman data. Semakin jauh jarak antara
modem dengan PC, atau saluran telepon kita dengan gardu telepon, maka semakin
lambat pula kecepatan mengakses Internetnya.
·
Tidak semua software
dapat menggunakan modem ADSL. Misalnya Mac. Cara yang dipakai pun akan lebih
rumit dan ada kemungkinan memakan waktu lama. Sehingga pengguna Linux harus
menggantinya dengan software yang lebih umum seperti Windows Xp atau Linux.
·
Adanya load coils yang
dipakai untuk memberikan layanan telepon ke daerah-daerah, sementara load coils
sendiri adalah peralatan induksi yang menggeser frekuensi pembawa ke atas.
Sayangnya load coils menggeser frekuensi suara ke frekuensi yang biasa
digunakan DSL. Sehingga mengakibatkan terjadinya interferensi dan ketidak
cocokkan jalur untuk ADSL.
·
Adanya Bridged tap,
yaitu bagian kabel yang tidak berada pada jalur yang langsung antara pelanggan
dan CO. Bridged tap ini dapat menimbulkan noise yang mengganggu kinerja DSL.
·
Penggunaan fiber optic
pada saluran telepon digital yang dipakai saat ini. Di mana penggunaan fiber
optic ini tidak sesuai dengan sistem ADSL yang masih menggunakan saluran analog
yaitu kabel tembaga, sehingga akan sulit dalam pengiriman sinyal melalui fiber
optic.
·
Kecepatan koneksi modem
ADSL masih tergantung dengan jarak tiang Telkom atau DSLAM terdekat, artinya
jika jarak modem ADSL dengan DSLAM jauh maka kecepatan koneksi akan menurun.
Layanan Pada Modem DSL
Selain memberikan koneksi ke layanan ADSL,
beberapa modem juga mempunyai fungsi tambahan lain seperti:
·
Fungsi sebagai Router termasuk
di dalamnya NAT (Network Address Translation) untuk membagi koneksi satu buah
IP address (IPv4).
·
Layanan Voice over IP termasuk Quality of Service untuk
menjamin kualitas data pada aplikasi voice.
Cara Penggunaan ADSL
Pemasangan ADSL
Menggunakan modem ADSL memerlukan satu buah line
telepon. Namun, saat ini pemakai dapat berbagi antara koneksi internet dengan
ADSL dan dengan telepon.caranya adalah pada ADSL diberikan sebuah alat yang
disebut sebagai Splitter atau pembagi line.
Posisi
Splitter ditempatkan di depan ketika line telepon masuk, artinya tidak boleh
mencabangkan line modem untuk ADSL dengan suara secara langsung. Alat Splitter
berguna untuk menghilangkan gangguan ketika sedang menggunakan modem ADSL.
Dengan Splitter, Anda dapat menjawab dan menelepon seseorang dengan telepon
biasa dan terkoneksi ke internet melalui modem ADSL.
MultiProtocol Label Switching (MPLS) (Kelompok 6)
Pengertian MPLS
Multiprotocol Label Switching (MPLS) adalah teknologi penyampaian
paket pada jaringan backbone (jaringan utama) berkecepatan tinggi yang
menggabungkan beberapa kelebihan dari sistem komunikasi circuit-switched dan packet-switched
yang melahirkan teknologi yang lebih baik dari keduanya.
Komponen MPLS
Berikut
ini adalah detail dari komponen penyusun MPLS.
1. MPLS Node
Router pada jaringan MPLS yang akan
meneruskan paket yang diterima berdasarkan label.
2. MPLS Label
Merupakan header tambahan yang
diletakan diantara layer 2 dan IP header.
3. MPLS Ingress Node
MPLS node yang mengatur trafik saat
paket memasuki MPLS core. Ingress node juga
disebut dengan PE (Power Edge) router.
4. MPLS Egress Node
MPLS node yang mengatur trafik saat
paket meninggalkan MPLS core. Egress nodejuga disebut dengan PE (Power Edge)
router.
5. Label Edge Router (LER)
MPLS node yang menghubungkan sebuah
MPLS domain dengan node yang berada diluar MPLS domain.
6. Label Switched Path (LSP)
LSP merupakan jalur yang terbentuk
dari serangkaian satu atau lebih Label Switching Hop paket diteruskan oleh
label swapping berdasarkan label Forwarding Equivalent Class dari satu MPLS
node ke MPLS node yang lain.
7. Label Switching Router (LSR)
Router yang mendukung MPLS forwarding. LSR biasa
disebut juga P (provider) router.
Struktur Jaringan MPLS
Struktur jaringan MPLS terdiri dari edge
Label Switching Routers atau edge LSRs yang mengelilingi sebuah core
Label Switching Routers (LSRs). Adapun elemen-elemen dasar penyusun
jaringan MPLS ialah:
- Edge Label Switching Routers (ELSR)
Edge Label Switching Routers ini terletak pada perbatasan
jaringan MPLS, dan berfungsi untuk mengaplikasikan label ke dalam paket-paket
yang masuk ke dalam jaringan MPLS. Sebuah MPLS Edge Routerakan
menganalisa header IP dan akan menentukan label yang tepat untuk dienkapsulasi
ke dalam paket tersebut ketika sebuah paket IP masuk ke dalam jaringan MPLS.
Dan ketika paket yang berlabel meninggalkan jaringan MPLS, maka Edge Router
yang lain akan menghilangkan label tersebut.
Label Switches. Perangkat Label Switches ini berfungsi untuk menswitch paket-paket ataupun sel-sel yang telah dilabeli berdasarkan label tersebut. Label Switches ini juga mendukung Layer 3 routing ataupun Layer 2 switching untuk ditambahkan dalam label switching. Operasi dalam label switches memiliki persamaan dengan teknik switching yang biasa dikerjakan dalam ATM.
Label Switches. Perangkat Label Switches ini berfungsi untuk menswitch paket-paket ataupun sel-sel yang telah dilabeli berdasarkan label tersebut. Label Switches ini juga mendukung Layer 3 routing ataupun Layer 2 switching untuk ditambahkan dalam label switching. Operasi dalam label switches memiliki persamaan dengan teknik switching yang biasa dikerjakan dalam ATM.
- Label Distribution Protocol (LDP)
Label Distribution Protocol (LDP) merupakan suatu prosedur yang
digunakan untuk menginformasikan ikatan label yang telah dibuat dari satu LSR
ke LSR lainnya dalam satu jaringan MPLS. Dalam arsitektur jaringan MPLS, sebuah
LSR yang merupakan tujuan atau hop selanjutnya akan mengirimkan informasi
tentang ikatan sebuah label ke LSR yang sebelumnya mengirimkan pesan untuk
mengikat label tersebut bagi rute paketnya. Teknik ini biasa disebut distribusi
label downstream on demand.
Jaringan baru ini memiliki beberapa keuntungan diantaranya:
Jaringan baru ini memiliki beberapa keuntungan diantaranya:
- MPLS mengurangi banyaknya proses pengolahan yang terjadi di IP routers, serta memperbaiki kinerja pengiriman suatu paket data.
- MPLS juga bisa menyediakan Quality of Service (QoS) dalam jaringan backbone, dan menghitung parameter QoS menggunakan teknik Differentiated services (Diffserv) sehingga setiap layanan paket yang dikirimkan akan mendapat perlakuan yang berbeda sesuai dengan skala prioritasnya.
Implementasi MPLS
MPLS bersifat alami bagi dunia IP.
Traffic engineering pada MPLS memperhitungkan sepenuhnya karakter traffic IP
yang melewatinya. Keuntungan lain adalah tidak diperlukannya kerumitan teknis,
seperti enkapsulasi ke dalam AAL dan pembentukan sel-sel ATM yang masing-masing
menambah delay, menambah header, dan memperbesar kebutuhan bandwidth. MPLS tidak
memperlukan hal-hal itu .
Persoalan besar dengan MPLS adalah bahwa hingga
saat ini belum terbentuk dukungan untuk traffic non IP. Skema-skema L2 over
MPLS (termasuk Ethernet over MPLS, ATM over MPLS, dan FR over MPLS) sedang
dalam riset yang progressif, tetapi belum masuk ke tahap pengembangan secara
komersial. Yang cukup menjadikan harapan adalah banyaknya alternatif konversi
berbagai jenis traffic ke dalam IP, sehingga traffic jenis itu dapat pula diangkut
melalui jaringan MPLS


17.13
Unknown