Kaunggulan :
- Jumlah IP address yang sangat banyak. Seperti yang kita ketahui IPv4 memiliki panjang 32 bit yang berarti menyediakan alamat sebanyak 4.294.967.296. Jumlah ini terlihat sudah banyak tetapi karena kebutuhan akan penggunaan internet yang semakin meningkat di seluruh dunia maka jumlah ini tidak banyak lagi malah dirasa kurang. jadi untuk mengatasi ini IPv6 dibuat dengan panjang satu alamat 128 bit berarti dapat menyediakan 3.4 x 1038 alamat. Jumlah ini sangat besar dan munkin akan mengatasi kekurangan IP.
- Autoconfiguration. Dalam jaringan yang namanya konfigurasi itu harus dilakukan supaya jaringan dapat terkoneksi dengan baik. Namun pada IPv6 pengguna tidak perlu repot melakukan konfigurasi lagi karena alamat kan didapatkan langsung dari router jadi DHCP tidak perlu lagi. Jadi jika kita tidak perlu konfigurasi lagi jika kita berpindah tempat dalam jaringan.
- Security. Pada IPv6 dilengkapi dengan IPSec, dimana semua aplikasi memiliki security yang optimal. IPSec ini menggunakan teknik enkripsi yang rumit agar hacker sulit untuk menjebolnya.
- QoS (Quality of Service). IPv6 memiliki protokol QosS yang baik sehingga semua aplikasi yang berjalan di atas IPv6 memiliki jaminan QoS. Apalagi bagi aplikasi yang sensitive terhadap delay contohnya VoIp dan Streaming.
Otomatisasi berbagai setting / Stateless-less
auto-configuration (plug&play) Addresspada IPv4 pada dasarnya statis
terhadap host. Biasanya diberikan secara berurut pada host.Memang saat ini hal
di atas bisa dilakukan secara otomatis dengan menggunakan DHCP(Dynamic Host
Configuration Protocol), tetapi hal tersebut pada IPv4 merupakan fungsi
tambahan saja, sebaliknya pada IPv6 fungsi untuk mensetting secara otomatis
disediakansecara standar dan merupakan defaultnya. Pada setting otomatis ini
terdapat 2 cara tergantungdari penggunaan address, yaitu setting otomatis
stateless dan statefull.
1.
Setting Otomatis
Statefull
Cara pengelolaan secara
ketat dalam hal range IP address yang diberikan pada host dengan menyediakan
server untuk pengelolaan keadaan IP address, dimana cara ini hampir mirip dengan
cara DHCP pada IPv4. Pada saat melakukan setting secara otomatis, informasi
yang dibutuhkan antara router, server dan host adalah ICMP (Internet Control
Message Protocol) yang telah diperluas. Pada ICMP dalam IPv6 ini, termasuk pula
IGMP (Internet Group management Protocol) yang dipakai pada multicast pada
IPv4.
2.
Setting Otomatis
Stateless
Pada cara ini tidak perlu
menyediakan server untuk pengelolaan dan pembagian IP address, hanya mensetting
router saja dimana host yang telah tersambung di jaringan dari router yang ada
pada jaringan tersebut memperoleh prefix dari address dari jaringan tersebut.
Kemudian host menambah pattern bit yang diperoleh dari informasi yang unik
terhadap host, lalu membuat IP address sepanjang 128 bit dan menjadikannya
sebagai IP address dari host tersebut. Pada informasi unik bagi host ini,
digunakan antara lain address MAC dari jaringan interface. Pada setting
otomatis stateless ini dibalik kemudahan pengelolaan, pada Ethernet atau FDDI
karena perlu memberikan paling sedikit 48 bit (sebesar address MAC) terhadap
satu jaringan, memiliki kelemahan yaitu
efisiensi penggunaan address yang
buruk.
Perubahan Dari IPV4 ke
IPV6
Perubahan
dari IPv4 ke IPv6 pada dasarnya terjadi karena beberapa hal yang dikelompokkan
dalam kategori berikut :
1.
Kapasitas Perluasan
Alamat
IPv6 meningkatkan
ukuran dan jumlah alamat yang mampu didukung oleh IPv4 dari 32 bit menjadi
128bit. Peningkatan kapasitas alamat ini digunakan untuk mendukung peningkatan
hirarki atau kelompok pengalamatan, peningkatan jumlah atau kapasitas alamat
yang dapat dialokasikan dan diberikan pada node dan mempermudah
konfigurasi alamat pada node sehingga dapat dilakukan secara otomatis.
Peningkatan skalabilitas juga dilakukan pada routing multicast dengan
meningkatkan cakupan dan jumlah pada alamat multicast. IPv6 ini selain
meningkatkan jumlah kapasitas alamat yang dapat dialokasikan pada node juga
mengenalkan jenis atau tipe alamat baru, yaitu alamat anycast. Tipe
alamat anycast ini didefinisikan dan digunakan untuk mengirimkan paket
ke salah satu dari kumpulan node.
2. Penyederhanaan
Format Header
Beberapa kolom pada header IPv4 telah
dihilangkan atau dapat dibuat sebagai header pilihan. Hal ini digunakan
untuk mengurangi biaya pemrosesan hal-hal yang umum pada penanganan paket IPv6
dan membatasi biaya bandwidth pada header IPv6. Dengan demikian,
pemerosesan header pada paket IPv6 dapat dilakukan secara efisien.
3. Option dan Extension Header
Perubahan yang terjadi pada header-header IP
yaitu dengan adanya pengkodean header Options (pilihan) pada IP
dimasukkan agar lebih efisien dalam penerusan paket (packet forwarding),
agar tidak terlalu ketat dalam pembatasan panjang header pilihan yang
terdapat dalam paket IPv6 dan sangat fleksibel/dimungkinkan untuk mengenalkan header
pilihan baru pada masa akan datang.
4. Kemampuan
Pelabelan Aliran Paket
Kemampuan atau fitur baru ditambahkan pada IPv6 ini
adalah memungkinkan pelabelan paket atau pengklasifikasikan paket yang meminta
penanganan khusus, seperti kualitas mutu layanan tertentu (QoS) atau real-time.
5. Autentifikasi
dan Kemampuan Privasi
Kemampuan tambahan untuk mendukung autentifikasi,
integritas data dan data penting juga dispesifikasikan dalam alamat IPv6.
Perubahan terbesar pada IPv6 adalah perluasan IP address dari 32 bit pada IPv4
menjadi 128 bit.128 bit ini adalah ruang address yang kontinyu dengan
menghilangkan konsep kelas. Selain itu juga dilakukan perubahan pada cara
penulisan IP address. Jika pada IPv4 32 bit dibagi menjadi masing-masing 8 bit
yang dipisah kan dengan "." dan di tuliskan dengan angka desimal,
maka pada IPv6, 128 bit tersebut dipisahkan menjadi masing-masing 16 bit yang
tiap bagian dipisahkan dengan ":"dan dituliskan dengan hexadesimal.
Selain itu diperkenalkan pula struktur bertingkat agar pengelolaan routing
menjadi mudah. Pada CIDR (Classless Interdomain Routing) table routing
diperkecil dengan menggabungkan jadi satu informasi routing dari sebuah
organisasi.
Jenis Pengalamatan IPV6
1. Unicast
Address (one-to-one)
Pengalamatan unicast mirip dengan IPv4 yaitu dengan
sekumpulan alamat dengan sejumlah bit kontinyu yang sama sesuai dengan alamat
subnet-nya dan Class-less Interdomain Routing (CIDR). Ada banyak jenis pengalamatan
unicast pada IPv6 sesuai dengan tipenya seperti :
a. Alamat
Link Local : alamat yang digunakan di dalam satu link yaitu jaringan local yang
saling tersambung dalam satu level .
b. Alamat
Site Local : setara dengan alamat privat, yang dipakai terbatas dalam satu site sehingga
terbatas penggunaanya hanya didalam satu site sehingga tidak dapat digunakan
untuk mengirimkan alamat diluar site ini
c. Alamat
Global : alamat yang dipakai misalnya untuk ISP (Internet Service Provider)
2.
Multicast (One-to-Many)
Alamat multicast IPv6 digunakan sebagai identitas
sebuah group node. Jika packet dikirim ke alamat multicast, maka packet
tersebut akan diterima oleh semua node anggota dari group tersebut. Sebuah node
dapat menjadi anggota banyak group multicast.
3.
Anycast Address
Pengalamatan anycast digunakan untuk mengirimkan
packet ke salah satu anggota dari anycast yang terdekat. Jadi sebuah alamat
anycast digunakan oleh beberapa interface dan setiap packet anycast akan
terkirim ke interface anggota yang terdekat. Model pengalamatan pada anycast
hampir sama dengan model unicast. Jadi secara sintaksis alamat anycast sama
saja dengan unicast, hanya saja sebuah alamat anycast digunakan oleh lebih dari
1 host. Syarat dari pengalamatan anycast:
a. Sebuah alamat anycast tidak boleh digunakan
sebagai alamat sumber dari sebuah packet IPv6.
b. Sebuah
alamat anycast tidak boleh digunakan sebagai alamat interface pada router.
Format Alamat
Dalam IPv6,
alamat 128-bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat
dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit. Setiap blok
bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua (:).
Karenanya, format notasi yang digunakan oleh IPv6 juga sering disebut dengan colon-hexadecimal
format, berbeda dengan IPv4 yang menggunakan dotted-decimal format.
Berikut ini
adalah contoh alamat IPv6 dalam bentuk bilangan biner:
0010000111011010000000001101001100000000000000000010111100111011000000101010101000000000
1111111111111110001010001001110001011010
1111111111111110001010001001110001011010
Untuk
menerjemahkannya ke dalam bentuk notasi colon-hexadecimal format,
angka-angka biner di atas dibagi ke dalam 8 buah blok berukuran 16-bit:
0010000111011010 0000000011010011 0000000000000000
0010111100111011 0000001010101010
0000000011111111 1111111000101000 1001110001011010
0000000011111111 1111111000101000 1001110001011010
Lalu, setiap
blok berukuran 16-bit tersebut dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal dan
setiap bilangan heksadesimal tersebut dipisahkan dengan menggunakan tanda titik
dua. Hasil konversinya adalah sebagai berikut:
21da:00d3:0000:2f3b:02aa:00ff:fe28:9c5a
Penyederhanaan bentuk alamat
Alamat di
atas juga dapat disederhanakan lagi dengan membuang angka 0 pada awal setiap blok yang
berukuran 16-bit di atas, dengan menyisakan satu digit terakhir. Dengan
membuang angka 0, alamat di
atas disederhanakan menjadi:
21da:d3:0:2f3b:2aa:ff:fe28:9c5a
Konvensi
pengalamatan IPv6 juga mengizinkan penyederhanaan alamat lebih jauh lagi, yakni
dengan membuang banyak karakter 0, pada sebuah alamat yang banyak angka 0-nya. Jika sebuah alamat IPv6 yang
direpresentasikan dalam notasi colon-hexadecimal format mengandung
beberapa blok 16-bit dengan angka 0, maka alamat tersebut dapat disederhanakan dengan
menggunakan tanda dua buah titik dua (:). Untuk menghindari kebingungan, penyederhanaan
alamat IPv6 dengan cara ini hanya bisa digunakan sekali saja di dalam satu
alamat, karena kemungkinan nantinya pengguna tidak dapat menentukan berapa
banyak bit 0 yang
direpresentasikan oleh setiap tanda dua titik dua (:) yang terdapat dalam alamat
tersebut. Tabel berikut mengilustrasikan cara penggunaan hal ini.
Alamat asli
|
Alamat asli yang disederhanakan
|
Alamat setelah dikompres
|
fe80:0000:0000:0000:02aa:00ff:fe9a:4ca2
|
fe80:0:0:0:2aa:ff:fe9a:4ca2
|
fe80::2aa:ff:fe9a:4ca2
|
ff02:0000:0000:0000:0000:0000:0000:0002
|
ff02:0:0:0:0:0:0:2
|
ff02::2
|


11.34
Unknown
0 komentar:
Posting Komentar