Jumat, 21 November 2014

IPv4 (Kelompok 2)

       TCP/IP

       Adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen. TCP/IP memiliki 4 layer yaitu network access layer, internet layer, transport layer dan application layer.  Berikut adalah macam – macam Layer TCP/IP , yaitu :
  1. Application. Berfungsi menyediakan servis-servis terhadap software-software yang berjalan pada komputer. Protokol-protokol yang beroperasi pada Application Layer: HTTP, FTP, POP3, SMTP, dll. 
  2. Transport, berfungsi menyediakan servis yang akan digunakan oleh Application Layer. Mempunyai 2 protokol utama yaitu TCP dan UDP. 
  3. Internet Layer, berfungsi fungsi sebagai penyedia fungsi IP Addressing, routing, dan menentukan path terbaik. Internet Layer memiliki 1 protokol yaitu TCP/IP. 
  4. Network Access. Berfungsi mendefinisikan protokol-protokol dan hardware-hardware yang digunakan dalam pengiriman data. Pada layer ini terdapat protokol-protokol seperti ethernet pada LAN, PPP pada WAN, dan juga Frame Relay.

    Layanan Protokol TCP/IP 

    Berikut ini adalah beberapa layanan yang dapat berjalan di atas protokol TCP/IP: 
    1. Pengiriman berkas (file transfer). File Transfer Protocol (FTP) memungkinkan pengguna komputer yang satu untuk dapat mengirim ataupun menerima berkas ke sebuah host di dalam jaringan. Metode otentikasi yang digunakannya adalah penggunaan nama pengguna (user name) dan password'', meskipun banyak juga FTP yang dapat diakses secara anonim (anonymous), alias tidak berpassword. 
    2. Remote login. Network terminal Protocol (telnet) memungkinkan pengguna komputer dapat melakukan log in ke dalam suatu komputer di dalam suatu jaringan secara jarak jauh. Jadi hal ini berarti bahwa pengguna menggunakan komputernya sebagai perpanjangan tangan dari komputer jaringan tersebut. 
    3.  Computer mail. Digunakan untuk menerapkan sistem surat elektronik.
    4.  Network File System (NFS). Pelayanan akses berkas-berkas yang dapat diakses dari jarak jauh yang memungkinkan klien-klien untuk mengakses berkas pada komputer jaringan, seolah-olah berkas tersebut disimpan secara lokal. 
    5. Remote execution. Memungkinkan pengguna komputer untuk menjalankan suatu program tertentu di dalam komputer yang berbeda. Biasanya berguna jika pengguna menggunakan komputer yang terbatas, sedangkan ia memerlukan sumber yg banyak dalam suatu sistem komputer. 
    6. Name server yang berguna sebagai penyimpanan basis data nama host yang digunakan pada Internet.
     

Pengalamatan IP
IP atau Internet Protocol berfungsi menyampaikan paket data ke alamat yang tepat maka dari itu peranan Internet Protokol sangat penting dari jaringan TCP dan IP., dikarenakan semua aplikasi jaringan TCP/IP pasti berpusat kepada Internet Protocol dengan tujuan agar dapat berjalan dengan lancar dan baik. IP Merupakan Protokol pada network layer yang memiliki sifat dan perananan sebagai Connectionless, yakni setiap paket data yang dikirimkan pada suatu saat akan melalui rute secara independen. Paket IP atau datagram akan melalui rute yang ditentukan oleh setiap router yang dilewati oleh datagram tersebut. Hal ini memungkinkan keseluruhan datagram sampai di lokasi tujuan dalam urutan yang berbeda karena menempuh rute yang berbeda pula.  
Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP. Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni IP versi 4 (IPv4) dan IP versi 6 (IPv6).
IPv4


IP versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP, yang menggunakan protokol IPv4. Panjang totalnya adalah 32-bit dan nilai maksimal dari al amat IPv4 tersebut adalah 255.255.255.255, dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung dalam IPv4 umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (dotted – decimal notation), yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-bit. 

IPv4 header terbagi menjadi 14 blok, yang memiliki fungsi yang berbeda. Header packet IPv4 terdiri dari 20 byte dan dalam header dikemas dengan byte paling signifikan, dan untuk diagram dan diskusi, bit paling signifikan dianggap datang pertama (MSB bit 0 penomoran). Bit signifikan adalah no 0, dimana sebenernya ditemukan dalam empat bit paling pertama.

1)     Version = mengindentifikasi versi IP, yang dimana untuk IPV4 nilai diset menjadi ‘4’.
2)  IHL (Internet Header Length). Fungsinya mengidentifikasi ukuran header IP pada IHL jumlah 32-bit pada header. Karena header IPv4 mungkin berisi sejumlah variabel pilihan, bidang ini menentukan ukuran dari header (ini juga bertepatan dengan offset untuk data).
3)   Type of service. Field ini digunakan untuk menentukan kualitas transmisi dari sebuah datagram IP. ToS sendiri sekarang dikenal sebagai Differentiated Services Code Point (DSCP)  mendefinisikan cara router harus paket antrian sementara mereka menunggu untuk diteruskan).
4)   Total Length dapat didefinisikan sebagai panjang keseluruhan dari datagram IP, dimana mencakup header ip dan muatan yang didalamnya dalam bentuk byte.  Minimum-panjang datagram adalah 20 byte (header 20-byte + 0 byte data) dan maksimal adalah 65.535 byte
5)   Identification, merupakan bidang yang digunakan mengindentifikasi sebuah paket IP yang tertentu yang akan difregmentasikan, fregmen sendiri harus unik dari sebuah IP datagram asli.
6) Flags, digunakan untuk mengontrol apakah router diperbolehkan untuk fragmen dan untuk menunjukkan bagian-bagian dari sebuah paket ke receiver).
7)  Fragment Offset, merupakan jumlah byte dari awal paket yang dikirim aslinya, ditetapkan oleh setiap router yang melakukan fragmentasi router IP. Selain itu Fragment Offset  digunakan untuk mengidentifikasikan offset di mana fragmen yang bersangkutan dimulai
8)   Time to Live. Digunakan untuk mengidentifikasikan berapa banyak saluran jaringan di mana sebuah datagram IP dapat berjalan-jalan sebelum sebuah router mengabaikan datagram tersebut.
9)       Protocol  mendefinisikan protokol yang digunakan dalam bagian data dari datagram IP.
10) Header Checksum. Field ini berguna hanya untuk melakukan pengecekan integritas terhadap header IP.  Header Checksum, berisi nilai checksum yang dihitung dari seluruh field dari header paket IP.
11)    Source address. Sebuah alamat IPv4 menunjukkan pengirim paket. Perhatikan bahwa alamat ini dapat diubah dalam transit oleh jaringan terjemahan alamat perangkat.
12)  Destination address. Sebuah alamat IPv4 yang menunjukkan penerima paket. Seperti dengan alamat Sumber, hal ini dapat diubah dalam transit oleh jaringan terjemahan alamat perangkat.
13)  Options. Field header tambahan mungkin mengikuti field alamat tujuan, tetapi ini tidak sering digunakan. Perhatikan bahwa nilai di bidang IHL harus menyertakan cukup ekstra 32-bit untuk menahan semua pilihan.

IPV4 dibagi jadi 5 class:
Berikut adalah pembagian class dalam IPV4 “
1.      Kelas A
Alamat-alamat kelas A diberikan untuk jaringan skala besar. Menggunakan 7 bit alamat network dan 24 bit untuk alamat host. Dengan ini memungkinkan adanya 27-2 (126) jaringan dengan 224-2 (16777214) host, atau lebih dari 2 juta alamat.IP kelas A digunakan untuk jaringan dengan host yang sangat besar jumlahnya 255.255.255 host = 16581375 Host
Format                         : 0nnnnnnn hhhhhhhh hhhhhhhh hhhhhhhh
Identifikasi                  : bit pertama 0
Panjang Network ID   : 8 bit
Panjang Host ID         : 24 bit
Byte pertama               : 0 – 127
Jumlah jaringan           : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan)
Range IP                     : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx
Jumlah IP                    : 16.777.214 alamat IP pada setiap kelas A
Contoh  : 125.221.26.28
125 (Network ID ), 221.26.28 ( Host ID )
Letak Network ID dan Host ID pada Ip Addres kelas A adalah Network ID pada 8 bit pertama dan 24 bit sisanya merupakan Host ID
2.      Kelas B
Alamat-alamat kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner 10. 14 bit berikutnya (untuk melengkapi dua oktet pertama), akan membuat sebuahnetwork identifier. 16 bit sisanya (dua oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Kelas B dapat memiliki 16,384 network, dan 65,534 host untuk setiap network-nya.
Format                                     : 0nnnnnnn nnnnnnnn hhhhhhhh hhhhhhhh
Identifikasi                              : 2 bit pertama 10
Panjang Network ID               : 16 bit
Panjang Host ID                     : 16 bit
Byte pertama                           : 128 – 191
Jumlah jaringan                       : 16.384 kelas B
Range IP                                 : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx
Jumlah IP                                : 65.532 alamat IP pada setiap kelas B
Contoh: 168.206.26.28
168.206 (Netwok ID ) dan 26.28 ( Host ID )
3.      Kelas C
Alamat IP kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil. 3 bit pertama di dalam oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) akan merepresentasikan host identifier. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network, dan 254 host untuk setiap network-nya.
Format                                     : 0nnnnnnn nnnnnnnn nnnnnnnn hhhhhhhh
Identifikasi                              : 3 bit pertama bernilai 110
Panjang Network ID               : 24 bit
Panjang Host ID                     : 8 bit
Byte pertama                           : 192 – 223
Jumlah jaringan                       : 2.097.152 kelas C
Range IP                                 : 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx
Jumlah IP                                : 254 alamat IP pada setiap kelas C
Contoh : 192.168.26.28
Dengan 192.168.26 (Network ID ) dan 28 ( Host ID )
Letak Network ID dan Host ID pada Ip Addres kelas C adalah Network ID pada24 bit pertama dan 8 bit sisanya merupakan Host ID
4.      Kelas D
Alamat IP kelas D disediakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast, sehingga berbeda dengan tiga kelas di atas. 4 bit pertama di dalam IP kelas D selalu diset ke bilangan biner 1110. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host.
Format             : 1110mmmm mmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmmm
Identifikasi      : 4 bit pertama bernilai 1110
Bit multicast    : 28 bit
Byte Inisial      : 224 – 247 bit
Deskripsi         : Kelas D adalah ruang alamat multicast
Karena IP kelas D adalah IP untuk multicast maka tidak dikenal namanya Network ID dan Host ID, Jadi dalam IP ini tak ada hal seperti itu .
5.      Kelas E
Alamat IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat “eksperimental” atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit pertama selalu diset kepada bilangan biner 1111. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host.
Format                         : 1111rrrr rrrrrrrr rrrrrrrr rrrrrrrr
Identifikasi                  : 4 bit pertama 1111
Bit cadangan               : 28 bit
Byte inisial                  : 248 –255
Deskripsi                     : Kelas E adalah ruang alamat yang dicadangkan untuk keperluaan eksperimental
 

 
http://0ch4.wordpress.com/pengertian-tcpip/
 

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes