Jumat, 21 November 2014

Media Transmisi dalam Jaringan


Media transmisi dalam jaringan adalah media penghubung yang menghubungkan pengirim dan penerima informasi ketika mengirimkan data di dalam jaringan komputer. Media transmisi ada dua yaitu Wire (kabel) dan Wireless (Tanpa kabel).

Media Wire (Kabel). Media kabel ada tiga yaitu
  1. Kabel Koaksial. Kabel ini memiliki 2 buah konduktor, onduktor yang pertama copper ditengahnya (pusat inti) terbuat dari tembaga yang dilapisi dengan isolator, konduktor kedua ynag melingkar di luar isolator pertama dan tertutup dengan insulator luar. Jenis kabel ini biasanya digunakan pada topologi bus. Ada dua jenis kabel ini, yaitu kabel koaksial thin dan kabel koaksial thick.
  2. Kabel Twisted Pair (UTP dan STP). UTP  (Unshielded Twisted-Pair) adalah kabel yang dilengkapi tembaga tetapi tidak ada pelindung (shield). Kabel ini banyak digunakan dalam jaringan local (LAN). Kabel UTP ini memiliki 8 inti kabel atau 4 pasang. Kategori nya : Kategori 1 -- untuk suara atau kabel telepon, Kategori 2 -- untuk Local Talk laju data 4 Mbps, Kategori 3 -- Ethernet laju data 10 Mbps, Kategori 4 -- 16Mbps Token ring laju data 20 Mbps, Kategori 5 -- Fast Ethernet laju data 100 Mbps, Kategori 5e -- perbaikan kategori 5, Kategori 6 -- laju data 250 Mbps, Kategori 7 -- laju data 600 Mbps. Ada dua tipe pengkabelan UTP, yaitu straight dan cross-over. Kabel Straight, kabel ini digunakan untuk menghubungkan perangkat yang berbeda jenis, seperti komputer ke switch, komputer ke hub dan lain - lain. Biasa digunakan pada topologi star. Kombinasi warnanya (Gambar). Kabel Cross Over,  kabel ini dgunakan dalam jaringan peer to peer antara perangkat yang sejenis. Contohnya komputer ke komputer, switch ke switch, dan lain - lain. Kombinasi Warnanya (Gambar). Kabel STP (Shielded Twisted-Pair) adalah kabel tembaga yang memiliki pembungkus pada masing - masing pasangan kabelnya. pelindungnya berupa timah. Kabel ini sama dengan UTP bedanya adalah UTP tidak ada pelindungnya sedangkan STP ada.
  3.  Kabel Fiber Optik. Kabel ini berbeda dengan 2 kabel diatas karena kabel ini mentransmisikan data dalam bentuk cahaya dengan kecepatan transfer yang tinggi. Untuk menghubungkannya dibutuhkan kartu jaringan dengan konektor ST. Kabel ini mampu mentrasfer data pada jarak yang cukup jauh 2500 meter tanpa bantuan repeater. Kelebihan lainnya kabel ini tahan terhadap unterferensi dari frekuensi - frekuensi liar di sepanjang jalur instalasi.Kabel ini memiliki 3 struktur yaitu Core (Inti), Cladding (Lapisan) dan Coating (Jaket). Core berfungsi untuk menentukan cahaya yang merambat dari satu ujung ke ujung lainnya. Core terbuat dari bahan kuarsa dengan kualitas sangat tinggi. Core merupakan bagian penting karena perambatan cahaya terjadi disini. Diameternya 10 µm – 50 µm. Ukuran core sangat mempengaruhi fiber optic. Cladding berfungsi sebagai cermin untuk memantulkan cahaya agar dapat merambat ke ujung lainnya. Cladding ini terbuat dari gelas dengan indeks bias lebih kecil dari core, merupakan selubung core, sangat mempengaruhi besarnya sudut kritis.Teakhir Coating berfungsi sebagai pelindung mekanis dan tempat kode warna. jaket ini terbuat dari bahan plastik untuk melindungi serat optik dari kerusakan.Tipe Fiber Optik yaitu simplex cable, zipcord cable, tightpack cable, breakout cable, armored loose-tube cable. Berdasarakan sifat karakteristiknya maka Jenis serat optik secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 yaitu: Multi Mode. Perjalanan cahaya dari satu ujung ke ujung lainnya terjadi melalui beberapa lintasan, karena itu disebut multi mode. Diameter inti (core) sesuai dengan rekomendasi dari CCITT G.651 sebesar 50 mm dan dilapisi oleh jaket selubung (cladding) sengan diameter 125 mm. Sedangkan berdasarkan susunan indeks biasanya serat optik multi mode meimliki dua profil yaitu granded index dan step index. Yang kedua Single Mode. Serat optik single mode / mono mode mempunyai diameter inti (core) yang sangat kecilo 3-10 mm, sehingga hanya satu berkas cahaya saja yang dapat melaluinya.
Media transmisi wireless (tanpa kabel)

Media transmisi wireless atau yang disebu juga unguided transmission adalah suatu media transmisi data yang tidak memerlukan kabel dalam proses transmisinya, media unguided/wireless ini memanfaatkan sebuah antena untuk transmisi di udara, ruang hampa udara, atau air.Untuk transmisi, Antena menyebarkan energy elektromagnetik ke dalam media (biasanya udara), sedangkan untuk penerimaan sinyal, antena menangkap gelombanvg elektromagnetikdari media.  Pada dasarnya terdapat dua jenis konfigurasi untuk transmisi wireless yaitu
  1. Searah. Untuk konfigurasi searah, antena pentransmisi mengeluarkan sinyal elektromagnetik yang terpusat; antenna pentransmisi dan antenna penerima harus disejajarka dengan hati-hati. Umumnya, semakin tinggi frekuensi sinyal, semakin mungkin menfokuskannya kedalam sinar searah.
  2. Segala arah. Untuk konfigurasi segala arah, sinyal yang ditransmisikan menyebar luas ke seagala penjuru dan diterima oleh banyak antenna.
Jenis - jenis media transmisi wireless :
  1. Infrared (Infra merah).
    Infrared adalah generasi pertama dari teknologi koneksi nirkabel yang digunakan untuk perangkat mobile. InfraRed sendiri, merupakan sebuah radiasi gelombang elektromagnetis dengan panjang gelombang lebih panjang dari gelombang merah, namun lebih pendek dari gelombang radio, yakni 0,7 mikro m sampai dengan 1 milimeter. Sinar infra merah memiliki jangkauan frekuensi 1011 Hz sampai 1014 Hz atau daerah panjang gelombang 10-4 cm. Proses koneksi infrared bekerja dengan cara yang sangat sederhana. Ketika terjadi pertemuan di antara dua buah device dengan interkoneksi tersebut, maka akan terjadi sebuah pengenalan secara anonim diantara kedua device tersebut. Pengenalan ini kemudian berlanjut ke arah yang lebih dalam lagi di mana kedua device tersebut meyetujui untuk memberi “nama sementara” pada masing-masing device sehingga protokol infrared mengenali kedua belah pihak dan melakukan transfer data atau untuk sekedar mempertahankan koneksi hingga perintah terakhir dijalankan. Tentunya hal ini memudahkan koneksi untuk device dengan interkoneksi infrared karena tidak diperlukannya proses pairing yang merepotkan. Komunikasi infra merah dicapai dengan menggunakan transmitter/receiver (transceiver) yang modulasi cahaya yang koheren. Transceiver harus berada dalam jalur  pandang maupun melalui pantulan dari permukaan berwarna terang misalnya langit-langit rumah.Dalam kehidupan sehari-hari sinar inframerah digunakan pada remote televisi. Remote TV mentransmisikan kode instruksi yang dibawa oleh sinar inframerah yang nantinya akan diterjemahkan oleh receiver dalam TV.
  2. Bluetooth. Bluetooth adalah sebuah teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang beroperasi dalam frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and Medical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas. Cakupan Bluetooth bisa mencapai 10 meter dan tidak terhalang flesibelitas media, berbeda dengan media lainya seperti infrared atau Wi-Fi, Bluetooth memungkinkan koneksi antar piranti elektronik apa aja dan bukan hanya computer. Bluetooth bekerja dengan menggunakan signal radio pada frekuensi 2,4 Ghz yang sama dengan WiFI untuk menghindari interpretensi maka Bluetooth bekerja dengan cara spread spectrum frequency hopping (SSFH). Pada saat perangkat Bluetooth akan terkoneksi maka perangkat harus melakukan hopping sequence agar dapat saling mengenali. Pemakaian bluetooth sampai saat ini, diantaranya wireless headset, internet bridge, file exchange, sinkronisasi.
  3. Wifi ( Wireless Fidelity). Wi-Fi (atau Wi-fi, WiFi, Wifi, wifi) merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks – WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya. Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu: 802.11a kec 54 Mbps dengan frekuensi 5.8 Ghz, 802.11b kec 11 Mbps dengan frekuensi 2.4 Ghz, 802.11g kec 54 Mbps dengan frekuensi 2.4 Ghz , 802.11n kec 100 Mbps dengan frekuensi 2.4 Ghz, 802.11 ac

Sumber :
  • Catatan kuliah
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Media_transmisi
  • http://nikiblogjay.blogspot.com/2013/11/pengertian-media-transmisi-kabel.html
  • http://armeekorps.blogspot.com/p/pengenalan-kabel-fiber-optik.html
  • https://aldoniadia.wordpress.com/2013/12/30/media-transmisi-wire-dan-wireless/

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes